PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengimbau nasabah untuk tidak sembarangan klik tautan atau unduh file mencurigakan di pesan ucapan Natal yang beredar jelang akhir tahun 2025, guna mencegah penipuan digital seperti malware atau pencurian data perbankan. Artikel ini merangkum peringatan, modus kejahatan, serta tips keamanan digital dari BNI. ANTARA News
1. BNI Ingatkan Waspada Modus Penipuan Akhir Tahun
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyampaikan imbauan kepada seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital, terutama yang memanfaatkan momentum hari besar keagamaan seperti Natal. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber sering memakai pesan singkat, tautan di media sosial, atau aplikasi percakapan untuk menyebarkan tautan berbahaya. ANTARA News
Menurut Okki, penipu biasanya menyematkan tautan atau file dalam pesan ucapan Natal palsu yang tampak resmi namun dirancang untuk memasang malware atau mencuri data pribadi nasabah, termasuk informasi perbankan. ANTARA News
2. Modus: Ucapan Natal Palsu Berisi Tautan Berbahaya
Salah satu modus yang dicatat BNI adalah penyebaran pesan ucapan Natal palsu yang disertai tautan atau file APK hadiah palsu. Jika tautan itu diklik atau aplikasi diunduh dan dijalankan, malware dapat merekam data pribadi penting seperti nomor kartu, CVV, PIN, maupun one time password (OTP), serta dapat memberikan akses ke rekening nasabah bagi pelaku penipuan. detikfinance
Okki mengingatkan bahwa pelaku siber memanfaatkan momen seperti Natal karena aktivitas digital masyarakat meningkat dan banyak pesan ucapan beredar di beragam platform. ANTARA News
3. Tip Keamanan dari BNI untuk Nasabah
Dalam keterangannya, BNI menghimbau nasabah melakukan tindakan berikut supaya lebih terlindungi dari penipuan digital:
-
Jangan sembarang klik tautan atau unduh file dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan. detikfinance
-
Verifikasi keaslian pesan yang diterima, khususnya apabila mengatasnamakan BNI atau institusi resmi lainnya. ANTARA News
-
Jangan pernah membagikan data rahasia seperti nomor kartu, PIN, CVV/CVC atau OTP kepada pihak mana pun, termasuk lewat telepon atau pesan. detikfinance
-
Pastikan perangkat dilengkapi antivirus dan sistemnya selalu diperbarui. ANTARA News
-
Gunakan hanya aplikasi resmi dari platform terpercaya ketika mengunduh aplikasi terkait perbankan. detikfinance
4. Risiko Jika Mengabaikan Imbauan
Okki menjelaskan bahwa jika nasabah mengunduh aplikasi berbahaya atau memasukkan data ke situs phishing, pelaku dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk mengakses rekening dan mencuri saldo nasabah. Hal ini menunjukkan bahwa satu klik yang keliru saja bisa berdampak besar pada keamanan finansial individu. detikfinance
BNI berharap imbauan ini dapat memperkuat kesadaran dan kewaspadaan bersama para nasabah, terutama saat aktivitas digital meningkat di akhir tahun. ANTARA News
5. Mendorong Transaksi yang Aman
Okki juga mengajak semua nasabah untuk tetap cerdas dan waspada dalam transaksi digital, memastikan lingkungan perangkat dan data terlindungi agar tetap aman, nyaman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan perbankan online. ANTARA News
Kesimpulan
BNI mengeluarkan imbauan kuat kepada nasabahnya untuk tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh file dari pesan ucapan Natal yang mencurigakan, karena modus penipuan digital semakin marak memasuki akhir tahun. Dengan memverifikasi setiap pesan, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan menggunakan aplikasi resmi, nasabah dapat mengurangi risiko pencurian data dan saldo rekening akibat penipuan siber. ANTARA News