Akhir pekan lalu, wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali diterjang banjir besar akibat curah hujan ekstrem yang terus mengguyur provinsi tersebut sejak hari Sabtu, 27 Desember 2025. Bencana ini menyebabkan ribuan warga terdampak, puluhan desa terendam, dan rumah‑rumah berubah menjadi kolam air dalam waktu singkat. Berikut fakta — yang harus lo tahu — soal bencana ini berdasarkan data terkini dari BPBD dan laporan media nasional.
1. Wilayah Paling Parah Terendam Air
Banjir merendam sejumlah kabupaten di Kalsel, termasuk:
-
Kabupaten Balangan — salah satu yang terdampak terberat, dengan air mencapai sampai menenggelamkan rumah penduduk. Debit air naik drastis setelah hujan deras berjam‑jam tanpa henti. Antara News
-
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) — banjir menyebabkan ribuan warga terdampak, rumah warga rusak dan aktivitas harian lumpuh. ANTARA News
BPBD melaporkan sekitar 10.949 warga terdampak di Balangan dan 4.180 jiwa terdampak di HSS, menjadikan ini salah satu gelombang banjir besar dalam beberapa musim hujan terakhir. Antara News+1
2. Jumlah Korban dan Dampak Rumah Tangga
Data sementara menunjukkan:
-
10.949 warga terdampak banjir di Balangan, tersebar di 27 desa/sub‑kecamatan setelah hujan terjadi sejak Sabtu. Antara News
-
4.180 jiwa terdampak banjir di HSS, dengan 38 rumah mengalami kerusakan akibat luapan air yang cepat. ANTARA News
Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat banjir di Balangan sampai awal Januari 2026 untuk mengkoordinasikan evakuasi, distribusi bantuan dan upaya pemulihan. Antara News
3. Penyebab Banjir
Pemicunya adalah curah hujan yang sangat tinggi dalam durasi panjang selama akhir pekan di sebagian besar wilayah Kalsel. Curah hujan ekstrem membuat sungai‑sungai utama cepat meluap serta air permukaan tak sempat terserap tanah menyebabkan banjir bandang. Antara News
BMKG sebelumnya telah mengingatkan tentang potensi bencana hidrometeorologi di Kalsel menjelang puncak musim hujan akhir Desember hingga Januari, termasuk banjir dan angin kencang. ANTARA News Kalimantan Selatan
4. Respons dan Penanganan Darurat
Pemerintah Kabupaten Balangan dan BPBD bergerak cepat setelah banjir melanda:
-
Deklarasi status tanggap darurat bencana hingga 3 Januari 2026. Antara News
-
Petugas gabungan bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat turut membantu pembersihan lumpur serta pemulihan infrastruktur dasar pascabanjir. Antara News
Distribusi bantuan logistik serta pemulihan akses jalan menjadi fokus utama agar warga bisa kembali ke aktivitas normatif. Antara News
5. Efek Sekunder: Akses, Listrik, dan Pelayanan Publik
Banjir besar ini juga memicu gangguan di beberapa sektor, seperti:
-
Akses jalan terputus di sejumlah desa akibat air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Antara News
-
Aktivitas sekolah dan pelayanan umum di daerah terdampak sempat terhenti sementara karena kondisi infrastruktur yang terganggu. Antara News
Data sementara juga menunjukkan beberapa titik pengungsian dibuka untuk menampung warga yang rumahnya terendam. ANTARA News
6. Tren Curah Hujan dan Potensi Lanjutan
BMKG memproyeksikan musim hujan masih akan dominan hingga awal Januari, sehingga potensi banjir susulan masih tetap tinggi di wilayah Kalsel, khususnya di dataran rendah dan aliran sungai besar. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. ANTARA News Kalimantan Selatan