Rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Tangerang di Bandung pada Desember 2025 menimbulkan polemik setelah ditutup dengan hiburan band ternama yang dipublikasikan secara luas. Artikel ini merangkum detail acara, kritik publik, penjelasan panitia, serta respons resmi Pemkab Tangerang lengkap dengan sumber berita.
1. Agenda Resmi Rapat Koordinasi Pemkab Tangerang di Bandung
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Kinerja OPD Semester II Tahun 2025 di Holiday Inn Pasteur Bandung, Jawa Barat pada 11–13 Desember 2025. Acara ini diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bappeda, BKAD, Inspektorat Daerah, dan BKPSDM untuk membahas evaluasi pengawasan, kinerja perangkat daerah, serta beberapa penghargaan internal seperti Musrenbang Award dan ASN Award. Liputan6+1
Rapat yang berlangsung selama tiga hari penuh ini memang bagian dari kegiatan administratif rutin pemerintah daerah, namun sorotan publik muncul bukan soal hasil rapatnya, melainkan bagian penutup acara yang menampilkan hiburan musik band. Liputan6
2. Penampilan Band Ternama di Akhir Acara
Dalam video yang beredar luas di media sosial dan liputan media nasional, terlihat band ternama tampil menghibur para peserta kegiatan di ballroom hotel tersebut pada sesi terakhir acara. Penampilan ini kemudian dipandang oleh sebagian publik sebagai hiburan konser yang tidak relevan dengan agenda rapat pemerintah. Liputan6
Akun media sosial dan beberapa pemberitaan bahkan menyebut acara ini “konser privat pejabat Pemkab Tangerang di Bandung,” sehingga memicu gelombang kritik di media sosial. Liputan6
3. Polemik dan Kritik Publik yang Muncul
Keluar dari nada administratif, penutupan acara dengan penampilan musik dianggap oleh sejumlah pengamat menjadi indikator pemborosan anggaran dan ketidakpekaan terhadap kondisi publik. Aktivis kebijakan publik bahkan menyatakan bahwa kegiatan tersebut tampak lebih seperti konser ketimbang rapat pemerintah yang serius, hingga mereka menilai keputusan tersebut mencerminkan lemahnya pertimbangan kebijakan di tingkat tertinggi Pemkab Tangerang. Berita Tangerang Lensametro.com
Kritik terhadap kegiatan tersebut diperkuat oleh sorotan publik karena Pemkab Tangerang saat ini tengah disorot dalam berbagai isu pelayanan publik dan integritas birokrasi, sehingga penampilan musik semacam ini dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang menunggu perbaikan pelayanan dasar. Berita Tangerang Lensametro.com
4. Penjelasan Panitia dan Permintaan Maaf Resmi
Menanggapi kritik yang kian deras, Ketua Panitia Kegiatan dan sekaligus Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Fahmi Faisuri, memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa penampilan band tersebut merupakan bagian dari kontrak dengan event organizer (EO) yang terdaftar dalam e‑katalog dan menjadi bagian kecil dari rangkaian acara yang lebih banyak diisi dengan agenda rapat dan evaluasi. Liputan6
Fahmi juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat jika kegiatan tersebut dianggap salah arah atau tidak pada tempatnya. Ia menyebut bahwa band tampil merupakan bagian akhir dari program yang sudah dipersiapkan sebelumnya, namun Ia memahami jika masyarakat menganggapnya kurang tepat dan siap menjadikan insiden ini sebagai bahan koreksi ke depan. Liputan6
5. Polemik Biaya dan Anggaran
Selain konten video, polemik lain yang muncul adalah soal besaran anggaran kegiatan yang disebut mencakup honor band ternama hingga total anggaran sekitar Rp900 juta untuk rapat tersebut. Data ini jadi bagian kritik karena dinilai tidak sejalan dengan tuntutan efisiensi anggaran dan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak. Berita Tangerang Lensametro.com
Meski panitia mengklaim bahwa honor band didapat lewat hubungan kenal “harga teman” dan bukan tarif komersial, publik tetap mempertanyakan apakah alokasi dana tersebut tepat dipergunakan untuk kegiatan internal pemerintahan. Berita Tangerang Lensametro.com
6. Respons Lain dari Aktivis dan Masyarakat
Sorotan terhadap kegiatan tersebut juga memicu desakan dari aktivis agar Bupati Tangerang memberi penjelasan yang lebih lengkap dan transparan. Mereka meminta agar Kepala Daerah bertanggung jawab atas keputusan yang dinilai tidak mencerminkan prioritas publik. Berita Tangerang Lensametro.com
Menurut aktivis, dokumentasi yang beredar menunjukkan panggung dan tata suara yang profesional, peserta tampak menikmati hiburan — hal yang memunculkan keraguan bahwa kegiatan tersebut benar‑benar masih dalam ranah rapat evaluasi pemerintahan. Berita Tangerang Lensametro.com
7. Dampak pada Citra Pemerintahan Daerah
Peristiwa ini memasukkan Pemkab Tangerang dalam sorotan media lokal dan nasional bukan karena capaian pembangunan atau kebijakan strategis, tetapi sensasi dan kontroversi yang memicu perdebatan publik tentang pertanggungjawaban penggunaan anggaran pemerintah daerah. Berita Tangerang Lensametro.com
Berbagai opini yang muncul menyebut bahwa keputusan memasukkan unsur hiburan band di akhir rapat bisa memengaruhi persepsi publik terhadap integritas pengelolaan anggaran dan keseriusan kegiatan konsolidasi internal pemerintah. Berita Tangerang Lensametro.com
8. Kesimpulan
Rapat koordinasi Pemkab Tangerang di Bandung yang berakhir dengan penampilan band ternama menjadi salah satu peristiwa yang ramai diperbincangkan akhir tahun 2025. Meski panitia menjelaskan bahwa hiburan tersebut bagian dari kontrak dan meminta maaf atas reaksi publik, kontroversi seputar penggunaan anggaran, relevansi hiburan dengan tujuan rapat, hingga desakan klarifikasi dari masyarakat masih menjadi topik hangat. Polemik ini sekaligus menunjukkan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di daerah.